Mimpiku dimalam itu

” Assalmualaikum…? ” salamku
“walaikumsalam…” jawab empunya rumah.
lalu aku pun masuk kedalam rumah.
Setelah berbincang-bincang sebentar, aku berpamitan hendak pulang, tetapi dia menawarkan diri hendak mengantarku. Dengan mengendarai motor yang aku berikan, kamipun pergi bersama. Melalui jalan Soekarno Hatta dengan mengendarai Honda Vario BE 64 OL kami berdua menyusuri jalan yang ramai dengan kendaraan bus-bus serta truck-truck besar. Sebelum pergi kami mampir ke sebuah puskesmas untuk mengambl sejumlah uang melalui ATM yang ada dilingkungan puskesmas tersebut. Diapun turun dari motor dan menuju ATM BNI yang bersebelahan dengan ATM Mandiri.
“Hai..apa kabar..?” sapa seorang temannya.
“,,hm..baik..” sapanya.
Dari kejauhan aku melihat tingkah lakunya bersama temannya tersebut. Setelah berbincang-nbincang dengan temannya,ia pun menuju gerai ATM.
“Hai..” sapa seseorang dari belakang.
akupun segera menoleh kearah sumber suara.
“..oh kamu, udah lama ya kita gk bertemu??, sekarang sibuk apa? lanjutku.
“..ya seperti inilah, menjadi penjahit, membantu ibuku..”timpalnya
“..rumahmu pindah ya??lebaran kemarin aku hendak kerumahmu, tapi kok sepertinya yg punya rumah udah berbeda??” tanyaku
“..oh iya. sekarang aku dan keluarga pindah ke pasar tempat kami membuka jahitan..” jawabnya
sedang asyik ngobrol,tiba-tiba dia telah kembali dari ATM.
“..eh kenalin ni, teman sekelasku dulu waktu kelas X..” pintaku.
merekapun bersalaman, tak lama kemudian kamipun berpamitan hendak melanjutkan perjalana kembali.
“..bawa motornya kok aneh sih..” celetukku
“..namanya juga baru belajar, selama ini papa dan mama gak pernah naik motor krn kita gk punya motor, jadi dikeluarga hanya aku aja yg bisa.., jadi maklum ya..? jawabya
akupun hanya tersenyum.
“eits..hati-hati jangan sampai melewati marka jalan” seruku.
“..iya..iya..” jawabnya
“..hm..gimana klo biar aku aja yg bawa motornya” pintaku kepadanya.
Dia pun mengalah dan meminggirkan motornya ketepi jalan. Kita berdua turun, ketika hendak bertukar posisi, dia melihat sebuah warung yang menjual makanan.
Diapun pergi ke warung tersebut dan membeli makanan yang aku lupa namanya tapi kenal makanan itu. Setelah membayar, diapun menghampiriku dan menawarkan makanan itu kepadaku.
Anehnya, dia mengeluarkan bungkus rokok dan menghidupkan batang rokok tsb. Astaghfirullah, dia merokok. Kenapa??
“..maaf kenapa kamu merokok? bukannya tidak baik bagi kesehatanmua, kamu pasti taukan, apalagi kamu sekolah di kesehatan?..” kataku.
“..aku lagi sterss nih, banyak pikiran..” jawabnya
“..ih kamu gak boleh gitu, klo stress jangan disalurkan kemerokok dunk. Kamukan bisa cerita ke aku, ataupun kita bisas jalan-jalan, spa tau bisa meringankan beban pikiranmu. Allah tidak suka dengan hal-hal yang merusak seperti itu. Apalagi dengan fitrahmu.. seruku.
Akhirnya dia mematikan rokok itu, dan kamipun kembali melanjutkan perjalanan. Di sepanjang perjalanan dia bercerita tentang kondisinya.
Kami melewati sebuah taman yang disebelahnya terdapat pusat perbelanjaan. Kmaipun mampir kesana, berjalan – jalan ditaman untuk melepaskan penat dan menghibur dirinya. Di taman tsb terdapat seorang pengemis yang meminta-minta. Karena merasa kasian dia memberikan uang kepada pengemis itu. AKu sekilas melihat wajah pengemis itu, dlam hatiku berkata seharusnya org ini masih bisa bekerja karena masih memiliki anggota badan yang lengkap dan kondisinya juga sehat, apalagi ia seorang pemuda.
Setelah setengah jam brejalan-jalan, kami duduk disebuah bangku taman. Sambil menghirup udara sore dan melihat lalulalang manusis kota yang sibuk dengan aktifitas kesehariannya, aku mendengar dari kejahuan suara wanita berteriak minta tolong.
Ternyata ada pencopet yang mencopet dompet milik sang wanita. Pencopet itupun dikejar-kejar oleh masa. Oh tidak pencopet itu ternyta seorang pengemis di taman tadi….
Dia berlari masuk kepertokoan, sembunyi dibalik pakaian-pakaian, berharap tidak ada yang melihatnya. Tapi sayang akau melihat gerak-geriknya disana, lalu melaporkan ke petugas kepolisian yang berada tak jauh dari lokasi pertokoan. Akhirnya pencopet itu berhasil diringkus oleh polisi tadi dan digelandang ke pos polisi.
” pulang yuk..” pinta dia.
Akupun menganguk tanda setuju.
Sebelum pulang aku sempat melihat seseorang yang aku kenal saat kuliyah. Dia berada didalam toko yang menjadi tempat persembunyian pencopet sial tadi. Apakah itu dia? hatiku bergumam.
Wanita itupun melihat kearahku dan memberikan senyum kepadaku. Benar itu adalah dia. Menggunakan baju dan jilbab merah yang sering dikenakannya dulu.

to be continue..
” Kebersamaan yang dirindukan, hanya Allah yang tau apa yang ada dibalik hati setiap hambanya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s