Sabar ya pertiwiku …

Akhir – akhir ini gempa sering kali terjadi di Bumi Pertiwi, selelah awal bulan september lalu disaat seluruh ummat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, gempa mengguncang Tasikmalaya dan sekitarnya. Kerusakan yang ditimbulkan gempa Tasik ini pun sangat besar, banyak rumah dan bangunan lain yang roboh serta korban jiwa yang cukup banyak.

Aku pun ikut merasakan saat terjadinya gempa tersebut. Saat itu aku baru saja selesai kuliah, pulang kekosan dengan hati gembira (cz dapet topik TA😀 ). Saat meletakkkan tas dan ingin kekamar teman, tiba2 bumi bergoncang, kamipun segera lari keluar kamar. Diluar kosan banyak orang yang sudah berkumpul dijalan untuk menyelamatkan diri, kalo2 kosannya roboh. Didepan kosan aku melihat ibu kos yang tak henti2nya berzikir dan beristghfar. Ya Allah, kami ini memang hambamu yang leamh… baru digoncang dikit aja, kami sudah tidak bisa apa2, apalagi nanti saat kiamat (semoga kita semua tidak merasakannya..amin). Dikampus ternyata tak kalah hebohnya, saat itu para mahasiswa barus aja selesai kuliah (bahkan masih ada yg kuliah), dan gempapun membuat mereka semua kocar – kacir. Banyak juga teman2ku yang menangis, apalagi mahasiswi2. Meraka yg berasal dari Aceh dan Jateng teringat kembali peristiwa gempa dan tsunami yang telah memporak porandakan daerah mereka. Muka mereka semua pucat pasi, bahkan ada yg terdiam tanpa kata.

Baru2 inipun disaat ummat muslim baru saja selesai berpusa kemudaian pada bersilaturahmi (mudik) bertemu sanak saudara yang telah lama tidak berjumpa telah terjadi gempa bumi di Padang, gempa ini lebih besar yaitu 7,6 SR. Tentunya ini merupakan cobaan, teguran, dan musibah yang diberikan oleh ALLAH. Korban jiwa dan hartapun jauh lebih banyak dari gempa yang ditasik, tak sedikit anak2 yang menjadi yatim piatu, orang tua yang kehilangan anaknya, Isri2 yang menjanda, serta banyak lagi yang kehilangan sanak saudaranya. Menurut temanku Ozee – daerah yang paling parah adalah pariaman, karena disana bantuan belum banyak yang datang, Bahkan saat dia berangkat dari Padang ke Bukittinggi ada suatu perkampungan yang tertimbun seluruhnya oleh tanah. (lagi2 ALLAH menunujkkan ke Maha Perkasaannya kepada Makhluknya yang tak berdaya, masihkah kita merasa paling hebat???).

Saat membuka detik.com aku melihat berita yang mengabarkan bahwa terjadi gempa lagi di Manokwari Papua (6,1 SR) pada hari Minggu 4 oktober 2009 jan 10.36 WIB, kemudaian Gempa lagi di Gorontalo (5,3 SR) pada hari yang sama jam 11.00 WIB. Ya Allah ya Tuhanku, cukuplah kiranya Engkau memberikan peringatan kepada kami. Kami tidak kuat lagi menanggung ujianmu. Maafkanlah kesalahan kami semua, jangan jadikan kami kaum yang engkau hinakan seperti kaum2 terdahulu…

One thought on “Sabar ya pertiwiku …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s