Aku dan KaPeku, Capede … (Episode 2)

Semangat 45, maju terus pantang mundur !!!

Brem..brem..brem… pagi – pagi sekali aku sudah memanskan motorku (sebenarnya sih dipinjami oleh Bapakku..he ) untuk digunakan KP pada hari ini. Hari ini merupakan KP kami pertama, jadi masih semangat 45 (merdeka..!!!). Setelah mempersiapkan segalanya mulai dari helm, jaket, memeriksa kondisi ban, bansin, serta rambutku (apa hubungannya dgn motor ya ^^) akhirnya aku tancap gas..Brangkat gan…

Menyusuri kost – kostan, melewati banyak mahasiswa yg akan berangkat kulyah, menyebrangi kali PGA yang super duper kotor, jalan kampus yang banyak lobangnya serta debu dimusim panas dan banjir dimusim hujan  tak menyurutkan niatku…

Sebelum keRisti aku jemput sobatku Jayadi dulu. Kosannya lumayan jauh dari tempatku yaitu di Sukabirus. Kami sering menyebutnya ‘ kota ‘ karena bnyk kosan tingkat dan dilalui bnyk kendaraan hingga sering terjadi kemacetan . Sedangkan kosanku ‘ perkampungan ’  karena harus menyebrangi kali dan jalannya kecil serta kosan yg tidak teratur susunannya.

Setelah mengendarai motor Jupiter Z selama 3 menit 41 detik, beda 0.005 detik dari pembalap terdepan yang menggunakan sepeda ontel (emang balapan..) akhirnya aku sampai dikosan jayadi. Setelah menununggu sekitar 10 menit, kamipun tancap gas …. Wushhhhhh

Disepanjang jalan banyak ku jumpai para pekerja yang entah pada kerja dimana, bapak yang sedang mengantar anaknya sekolah, ibu – ibu yang baru ulang dari pasar dan seabrek aktifitas manusia kota besar. Aku melewati jalan raya bojong soang, arghh,, sial macet. Jalan jadi padat merayap. Kondisi ini memang acap kali terjadi didekat jembatan jalan tol buah batu. Hal ini terjadi karena kondisi jalan yang ancur berantakan serta adanya bapak – bapak petugas pemungut retribusi. Wilayah Dayeuh Kolot adalah wilayah industri yang banyak sekali berdiri pabrik – pabrik dari pabrik makanan hingga tekstil. Pabrik tersebut menggunakan truck – truck besar yang semakin memperparah kondisi jalan. Disamping itu tidak adanya saluran drainase menambah parah jalan dikala hujan.

Kemacetan kembali kami alami ketika sampai diprapatan Soekarno Hatta. Hal ini dikarenakan angkot yang asal berhenti menaikan dan menurunkan penumpang (emang jalan mbhnya apa?? he), trus banyaknya kendaraan bermotor dan luamanya lampu ijonya. Sabar menjadi kuncinya dalam masalah ini (cie..cie..padahal mah gak sabaran, trotoar dilewati aja, untung gak ada Jhon Pantau).

Setelah keluar dari kemacetad di Dayeuhkolot kami melewati jalan Buah Batu, disana kondisinya gak terlalu parah dibandingkan sebelumnya. Setelah itu kami berbelok kekanan sesampainya diprapatan Pizza Hut melewati Hotel Horizon trus hingga sampai di prapatan Riau. Kemudian kami melewati Gedung sate dan menaiki jempatan layang surapati. Wuih ternyata dari atas jembatan kota bandung nampak indah, banyak rumah – rumah serta gedung – gedung bertingkat. Terdapat bangunan yang belum jadi, yang nampaknya akan dibangun pusat perbelanjaan. Setelah itu kami turun dari jembatan, mengambil jalan kearah lembang. Uh suasana langsung berubah, yang tadinya puanas terik, menjadi adem sejuk berseri. Mungkin karena banyak pohon besar yang tumbuh di sepanjang jalan dan memang dataran tinggi. Disepanjang jalan itu banyak sekali rumah – rumah bekas peninggalan belanda yang besar dan terawat dengan rapih. Benar – benar suasana yang menyengkan.

Setelah 45 menit perjalan panjang yang melelahkan, akhirnya kami sampai juga cuy di Risti. Sesast setelah memarkirkan motor kami segera menuju gedung menara dimana kami akan KP dan memulai cerita paaaaanjang disana (gimana gak panjang??, 3 bulan coba…).

Setelah menuliskan identitas kami di front office, kami pun diberikan tanda pengenal sebagai visitor di Risti. Kami dipersilahkan untuk naik kelantai dua oleh mbk front office yang cantik dan berpenampilan menarik. Dalam benakku berfikir kenapa ya yang bekerja dibagian yang pertama kali menerima tamu adalah seorang wanita cantik yang menarik??. Ya mungkin begitulah zaman sekarang yang banyak menempatkan wanita sebagai ‘ barang ’ yang dipertontonkan karunia yang telah diberikan oleh Allah.

Yang seharusnya wanita adalah dihormati dan dilindungi serta dihargai, tapi malah diperlakukan seperti itu.

Yup kita lanjutkan kembali ceritanya…

Setelah naik lift kelantai dua, kamipun segera menemui Bu Ana. Risti merupakan tempat yang benar-benar terjaga, untuk masuk saja harus melalui pintu yang memiliki kode pengaman yang dimiliki oelh pegawainya saja. Selain itu terdapat kamera CCTV yang dipasang ditiap sudut ruangan.

Bagian Service Product and Planning bertugas untuk membuat roadmap layanan baru yang akan dikembangkan, melakukan analisa layanan dan exiting layanan yang telah dikembangkan oleh operator lain.

Sesuai perjanjian kontrak kerjasama yang telah disepakati oleh ketiga belah pihak (cie..kata-katanya udah kyk pejabat aja) kami KP disana selama 3 bulan terhitung dari tanggal 1 april – 31 juli 2009, jam kerja kami hari Senin dan Rabu dari pukul 07.30 – 10.00 wib.  Bu Ana menjelaskan pekerjaan apa saja yang mesti kami lakukan disana. Identifikasi dan Brenchmark layanan Exiting Voice Portal di berbagai negara dan di Indonesia sendiri, itulah tugas yang diberikan kepada kami. Nah lo apaan tuh ???

Secara kasarnya sih kami diberi pekerjaan untuk mencari dari internet informasi seputar teknologi Voice Portal (VCP) serta layanan yang dapat diberikan seperti apa, kemudian operator mana saja yang telah menerapkan serta perkembangannya di negara tersebut. Hm tidak ada hubungannya sama sekali dengan jurusan yang kami ambil yaitu Teknik Telekomunikasi, tapi pekerjaan tsb nampaknya lebih cocok untuk anak Teknik Industri. Tapi tidak masalah, yang namanya kerja memang kadangkala  tidak sesuai dengan basic pendidikan kita.

Ada cerita yang lucu disini, saat minggu pertama kami KP disana. Pada saat itu kami langsung melakukan persentasi terhadap apa yang kami dapatkan. Maksud kami sih hanya mau sharing – sharing aja dengan Bu Ana, tapi…Tidaaakkkk ternyata Bua Ana mengajak beberapa temannya untuk menyaksikan persentasi kami, Arghhhh…padahal laporan yang kami dapatkan hanya sedikit dan boleh dikatakan kurang berbobot, karena betul – betul apa adanya. Pada hari itu kami dipersilahkan untuk persentasi diruangan rapat dewan direksi (hehe, sok2an) dengan dihadiri oleh manajer SPP (Service Product and Planning) yaitu Bapak Sofyan, kemudian ada pak Bowo dan pak Zakariah sebagai staf, dan tentunya bu Ana. Kita benar – benar sudah seperti persentasi dewan direksi, selain ditempat rapat khusus juga terdapat makanan dan minuman yang telah dipesan…

Aku dan Jay tetap tenang, kami akan coba memberikan yang terbaik (jgn membuat malu almamater).

Persentasipun dimulai, aku membuka persentasi dengan memberikan pendahuluan seadanya, kemudian menjelaskan beberapa slide (baru dibuat sebelum berangkat), dan kemudian diteruskan oleh Jay hingga selesai. Disela – sela persentasi terdapat masukan dan informasi tambahan bagi kita ttg VCP tsb. Di Indonesia sendiri VCP telah digunakan oleh Bakrie Telecom dg nama layanan DVB8.88. dengan layanan VCP para pelanggan dapat mendownload lagu, aktivasi NSP, mendengarkan ramalan, pemesanan tiket, mendengarkan berita, dan masih banyak lagi. Para pelanggan tidak perlu mengetik perintah, jadi langsung menggunakan suara jika ingin menikmati layanan – layanan tersebut.

Persentasi tsb lebih banyak bercerita diluar topik (bahasa kerennya out of topic), karena ternyata Bu Ana, Pak Bowo, dan Pak Zakaria adalah alumni STTTelkom angkatan 90an… ya jadinya kita lebih banyak berbincang tentang kampus, dosen – dosen yang masih mengajar, serta keadaan kampus sekarang..seakan – akan mereka bertiga bernostagia ke zaman kuliyahan dulu..hehehe

Setelah kurang ditambah lebih 1 jam persentasi akhirnya kami selesai. Banyak yang musti kami lakukan untuk kerjaan yang diberikan. Selain itu juga ternyata ada teman Bu Ana yang membutuhkan mahasiswa yang ingin praktek disana secepatnya (hehe.. yg ini akan menjadi cerita seru selanjutnya ^^) Okeh masih banyak waktu, masih banyak yang dapat kita cari..

Hufh..hufh..

hari itu pun selesai kami izin untuk pulang kepada Bu Ana. Dalam perjalanan pulang lagi – lagi ada sikomo lewat, muacet..cet..cet..sepanjang Ciampelas, trus sepanjang jalan japati pun demikian dan akhirnya kami sampai di Buah batu. Saat sampai di perapatan Soekarno Hatta seperti biasa muacetnya bukan main, tampaknya hari ini ditutup dg membawa oleh2 macet serta debu jalanan yang indah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s