Survei CNN: 40 Makanan Terbaik dari Indonesia

VIVAnews — Jagad kuliner Indonesia patut berbangga. Sebab, rendang, masakan daging dari Sumatera Barat menjadi juara dunia. Survei CNN yang diikuti lebih dari 35.000 orang dari seluruh dunia menobatkan rendang sebagai makanan paling lezat di muka bumi.

Dua makanan khas Indonesia juga masuk jajaran terenak, yakni nasi goreng, ada di ranking dua, dan sate, yang ada di urutan ke-14.

Ternyata, catatan soal masakan Indonesia tak berhenti sampai di situ, laman CNN Go juga memuat daftar 40 makanan terbaik di Indonesia, mendeskripsikan, dan mengenalkannya ke dunia.

“Setelah pembaca memilih rendang sebagai makanan paling enak di dunia, kami berpikir, ini saatnya memberikan kepercayaan pada masakan Indonesia untuk menjadi pusat perhatian,” demikian dimuat situs CNN.

CNN juga mengiming-imingi pembacanya dengan pengantar, bahwa masakan Indonesia mencakup mie yang direndam kuah superlezat, kari pedas yang rasanya nendang, ikan yang dibungkus daun pisang alias pepes, salad sayuran dengan saus kacang manis — yang kita kenal sebagai gado-gado atau pecel. “Sambal, martabak, rendang. Kalau Anda bisa membaca daftar ini tanpa ngiler, meneteskan air liur. Itu berarti, Anda lebih baik dari kami.”

Laman CNN juga menyertakan sejumlah restoran di Jakarta yang direkomendasikan untuk menikmati rahasia dapur nusantara.

Meski tidak bermaksud meranking yang terbaik, masakan yang ada di urutan pertama adalah sambal. Entah berapa resep sambal yang ada di seantero Indonesia, mungkin ratusan — lain daerah, lain juga bumbu yang dipakai. Sambal bahkan ‘wajib’ dalam menu makan orang Indonesia.

Bakso dan nasi goreng juga masuk dalam daftar lima masakan pertama. Seperti diketahui, Presiden Amerika, Barack Obama ikut menjadi ‘duta besar’ masakan Indonesia, ketika menyebut bakso dan nasi goreng sebagai makanan favoritnya ketika tinggal di Indonesia, saat menjadi ‘Anak Menteng’.

Yang menarik adalah makanan di urutan 40, yakni Indomie — satu-satunya makanan kemasan yang ada dalam daftar.

Berikut daftar 40 makanan terbaik di Indonesia versi CNN:

1. Sambal
2. Sate
3. Bakso
4. Soto
5. Nasi goreng
6. Gado-gado
7. Nasi uduk
8. Nasi padang
9. Ayam goreng
10. Bakmi goreng
11. Gudeg
12. Rawon
13. Pecel lele
14. Opor ayam
15. Mie ayam
16. Babi guling
17. Gulai
18. Bubur ayam
19. Bakpao
20. Asinan sayur
21. Cah kangkung
22. Pepes Ikan
23. Pempek
24. Perkedel
25. Martabak
26. Sayur asem
27. Sop buntut
28. Ketoprak
29. Balado terong
30. Lontong sayur
31. Rendang
32. Tahu gejrot
33. Sop kambing
34. Siomay
35. Ikan bakar
36. Daun pepaya
37. Otak-otak
38. Bebek goreng
39. Gorengan
40. Indomie

Sumber : http://whjobs.info/survei-cnn-40-makanan-terbaik-dari-indonesia.html

Meniru perbuatan Non Muslim

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Meniru-niru ini mengandung beberapa arti, yaitu menyerupai, mengikuti, menuruti atau bersesuaian. Didalam hal ini, islam memiliki ciri khas tersendiri yang berasal dari Allah swt yang membedakan umatnya dari umat-umat lainnya, baik didalam aqidah, ibadah maupun akhlak. Karena itu, Rasulullah saw melarang setiap umatnya untuk mengambil atau meniru-niru prilaku yang menjadi ciri khas orang-orang diluar islam, sebagaimana disebutkan didalam hadits diatas.
Al Munawiy dan al Alqomiy mengatakan bahwa makna “barangsiapa yang meniru suatu kaum” yaitu didalam berhias dengan perhiasan-perhiasan mereka, berperangai dengan perangai mereka, berpakaian dengan pakaian mereka dan sebagian perbuatan-perbuatan mereka.
Al Qori mengatakan bahwa maknanya adalah barangsiapa menjadikan dirinya meniru orang-orang kafir, seperti dalam berpakaian atau yang lainnya, atau meniru orang-orang fasiq, pelaku kejahatan, ahli tashawwuf, orang-orang shaleh atau orang-orang baik maka dia termasuk dari mereka, yaitu didalam dosa dan kebaikan.
Al Qomiy mengatakan bahwa barangsiapa yang meniru orang-orang shaleh maka dia akan mulia sebagaimana mereka telah dimuliakan. Dan barangsiapa yang meniru orang-orang fasiq maka dia tidak akan mulia. Barangsiapa terdapat pada dirinya tanda-tanda kemuliaan maka dirinya mulia walaupun kemuliaan itu belum terwujud padanya.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan didalam “ash Shiroth al Mustaqim” bahwa Imam Ahmad dan yang lainnya telah berargumentasi dengan hadits ini. Hadits ini paling tidak menunjukkan pengharaman tasyabbuh (meniru-niru) mereka sebagaiamana didalam firman-Nya :
Artinya : “Dan barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS. Al Maidah : 51)
Senada dengan perkataan Abdullah bin ‘Amr bahwa barangsiapa yang membangun suatu bangunan di tanah orang-orang musyrik lalu membuat perayaan hari raya mereka dan meniru-niru mereka hingga dirinya meninggal dunia maka dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka.”
Ada kemungkinan bahwa yang dimaksud adalah meniru-niru secara mutlak yang menjadikannya kufur… Ada pula kemungkinan bahwa dirinya termasuk dari mereka didalam kadar tertentu sesuai dengan yang ditiru mereka dalam hal itu. Apabila ia adalah suatu kekufuran atau kemaksiatan atau berupa syiar-syiarnya maka hukumnya adalah seperti itu pula. Telah diriwayatkan dari Ibnu Umar berupa larangan meniru orang-orang ‘ajam,”Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.”, demikian disebutkan oleh al Qodhi Abu Ya’la.

Para ulama berargumentasi dengan hadits ini tentang makruhnya segala sesuatu dari pakaian selain kaum muslimin. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari hadits ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah saw bersabda,”Bukanlah dari kami, orang yang meniru-niru selain kami.” (Aunul Ma’bud juz XI hal 56 – 57)
Dengan demikian dilarang bagi setiap muslim untuk meniru orang-orang non muslim didalam segala sesuatu yang menjadi ciri khas atau syiar mereka, baik didalam perkara-perkara harian, seperti : pakaian, peralatan-peralatan makan, minum, simbol-simbol tertentu maupun didalam perkara-perkara ibadah dengan niat meniru-niru mereka dan dilakukannya dengan kerelaan tanpa ada keadaan darurat yang memaksanya.
Termasuk yang dilarang adalah ikut merayakan dan meramaikan hari raya mereka atau majlis-majlis khusus yang merupakan bagian dari perayaan mereka, seperti tahun baru cina (imlek). Imlek menurut kepercayaan orang-orang Tionghoa adalah upacara sembahyang ditujukan kepada Sang Pencipta sebagai wujud syukur dan doa harapan agar di tahun depan mendapat rezeki lebih banyak. Imlek juga bertujuan untuk menjamu leluhur dan sebagai sarana silaturahmi dengan kerabat dan tetangga. Mereka pun mempersembahkan beberapa makanan—yang merupakan kesukaan para leleuhur—sebagai lambang kemakmuran, keselamatan dan kebahagiaan.
Firman Allah swt :
Artinya : “Bagi tiap-tiap umat telah kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan.” (QS. Al Hajj : 67). Termasuk syariat adalah kiblat, tata cara sembahyang, berpuasa dan tidaklah ada bedanya antara mengikuti mereka didalam hari raya maupun tempat-tempat sucinya.

sumber : http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/meniru-perbuatan-non-muslim.htm

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.